Karena itu, orang tua sebaiknya tidak langsung menghilangkan buah dari menu harian anak hanya karena muncul kemerahan di sekitar mulut. Buah merupakan sumber vitamin, mineral, serat dan antioksidan yang penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Pantangan atau diet eliminasi juga tidak sebaiknya dilakukan secara mandiri. Menghindari berbagai jenis makanan tanpa evaluasi dokter dapat membuat variasi makanan anak menjadi terbatas dan berpotensi mengurangi asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
“Jadi, jangan buru-buru menghilangkan semua buah dari menu anak. Padahal buah itu merupakan sumber vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang penting untuk tumbuh kembangnya, kan? Diet eliminasi hanya dilakukan bila memang ada dugaan alergi yang dibuktikan melalui evaluasi dokter,” katanya.
Orang tua juga perlu memperhatikan pola munculnya gejala serta keluhan lain setelah anak mengonsumsi makanan tertentu. Jika muncul biduran di seluruh tubuh, pembengkakan pada bibir atau mata, muntah berulang, batuk, mengi hingga sesak napas, anak perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis.
“Jangan sampai anak kehilangan banyak makanan bergizi hanya karena salah mengira iritasi sebagai alergi. Jangan semua dipantang, dianggap alergi,” ujar dr Ardi.