Collagen Stimulator Jadi Tren Baru Dunia Estetika, Apa Itu?

Muhammad Sukardi
Ilustrasi kulit sehat dengan collagen stimulator. (Foto: Ilustrasi AI)

"Kalau satu kali tindakan melakukan botox, collagen stimulator, dan skin booster, itu belum tentu disebut overtreatment karena tujuan masing-masing berbeda," jelasnya.

Namun, ia menegaskan setiap tindakan tetap harus memiliki indikasi yang jelas dan dilakukan sesuai kebutuhan.

"Belum tentu semakin banyak treatment semakin baik. Semua harus sesuai kebutuhan pasien," katanya.

Karena itu, konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting sebelum menjalani prosedur apa pun.

Dokter Cynthia menilai dokter yang baik akan memberikan edukasi secara transparan mengenai manfaat, risiko, hingga pilihan treatment yang paling sesuai dengan kondisi pasien.

"Jangan datang ke dokter langsung minta tindakan. Dengarkan dulu saran dokternya karena dokter yang kompeten akan membantu menentukan apa yang memang dibutuhkan kulit kita," ujarnya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
4 bulan lalu

Minum Kolagen tapi Kulit Tetap Kusam? Ternyata Ini Penyebabnya!

5 bulan lalu

Stimulasi Kolagen Jadi Tren Baru Perawatan Kulit, Ini Kata Dokter

8 bulan lalu

Fungsi Suplemen Kolagen untuk Kulit, Benarkah Hindari Tanda Penuaan?

4 hari lalu

Virus Baru ALTNV Bisa Menular dari Manusia ke Manusia? Cek Faktanya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal