Corona di Indonesia Belum Reda, Kepala BKKBN: Kita Takutkan Kehamilan yang Tidak Dikehendaki

Siska Permata Sari
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo. (Foto: Antara)

“Apa yang kita takutkan? Yaitu unwanted pregnancy atau kehamilan yang tidak dikehendaki dan ini akan berdampak pada anaknya kelak,” ujarnya.

Kehamilan tidak dikehendaki ini juga berpengaruh pada jumlah stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB). Selain stunting, AKI dan AKB yang meningkat, kehamilan tidak dikehendaki juga memengaruhi tingkat aborsi, bayi lahir prematur, bayi dengan berat yang rendah, hingga kurangnya kasih sayang pada sang anak.

“Sehingga dampak kehamilan tidak dikehendaki ini nantinya memengaruhi kualitas bonus demografi, itu yang perlu diperhatikan,” katanya.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
15 hari lalu

Sulit Punya Anak Bukan Hanya soal Perempuan, Suami Juga Perlu Diperiksa

27 hari lalu

BKKBN: Tanpa KB, Penduduk Indonesia Bisa Lebih dari 500 Juta

27 hari lalu

Atur Jarak Kelahiran Minimal 3 Tahun, Berkaitan dengan Risiko Stunting

28 hari lalu

Mantan Bintang Arsenal Terancam 5 Tahun Penjara Gegara Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal