Daging Olahan Marak di Pasaran, Bahaya Kanker Mengintai

Mei Sada Sirait
Daging olahan semakin marak di pasaran dan menjadi pilihan praktis masyarakat. Namun di balik kemudahan tersebut, bahaya kanker (Foto: AI)

Selain itu, konsumsi daging olahan juga dikaitkan dengan peradangan kronis dalam tubuh. Gangguan mikrobioma usus dan metabolisme yang terganggu turut berperan dalam memicu resistensi insulin serta meningkatkan risiko gangguan jantung.

Meski demikian, para ahli menekankan pentingnya melihat pola makan secara keseluruhan. Konsumsi daging dapat dibatasi dan diganti dengan sumber protein lain yang lebih sehat seperti protein nabati, ikan, atau unggas.

Menambahkan asupan serat dalam pola makan harian juga menjadi langkah penting. Serat dapat membantu menjaga kesehatan usus dan menurunkan pembentukan zat karsinogen dalam tubuh.

Risiko kanker memang dipengaruhi banyak faktor di luar makanan, seperti genetik dan gaya hidup. Namun perubahan kecil dalam pola makan sehari-hari dinilai dapat membantu menurunkan risiko dan meningkatkan kualitas kesehatan jangka panjang.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daftar Harga Pangan 26 Juni 2026, Aneka Cabai-Beras Turun, Daging Ayam Naik

57 tahun lalu

Harga Pangan Hari Ini Merangkak Naik, Cabai Keriting Tembus Rp74.600 per Kg

57 tahun lalu

Bahaya Plastik Hitam Dipakai Bungkus Daging, Bisa Picu Gangguan Saraf hingga Kanker

57 tahun lalu

Presiden Prabowo: 5 Tahun lagi Kita Swasembada Daging!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal