Daging Olahan Marak di Pasaran, Bahaya Kanker Mengintai

Mei Sada Sirait
Daging olahan semakin marak di pasaran dan menjadi pilihan praktis masyarakat. Namun di balik kemudahan tersebut, bahaya kanker (Foto: AI)

Selain itu, konsumsi daging olahan juga dikaitkan dengan peradangan kronis dalam tubuh. Gangguan mikrobioma usus dan metabolisme yang terganggu turut berperan dalam memicu resistensi insulin serta meningkatkan risiko gangguan jantung.

Meski demikian, para ahli menekankan pentingnya melihat pola makan secara keseluruhan. Konsumsi daging dapat dibatasi dan diganti dengan sumber protein lain yang lebih sehat seperti protein nabati, ikan, atau unggas.

Menambahkan asupan serat dalam pola makan harian juga menjadi langkah penting. Serat dapat membantu menjaga kesehatan usus dan menurunkan pembentukan zat karsinogen dalam tubuh.

Risiko kanker memang dipengaruhi banyak faktor di luar makanan, seperti genetik dan gaya hidup. Namun perubahan kecil dalam pola makan sehari-hari dinilai dapat membantu menurunkan risiko dan meningkatkan kualitas kesehatan jangka panjang.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Kuliner
16 hari lalu

Daging Domba vs Sapi, Mana Lebih Baik untuk Zat Besi dan Kontrol Tekanan Darah?

Nasional
2 bulan lalu

Harga Pangan Hari Ini Jelang Akhir Pekan, Beras dan Daging Ayam Berapa?

Nasional
2 bulan lalu

Daftar Harga Pangan 15 Desember: Aneka Ikan Naik, Beras hingga Cabai Turun

Nasional
2 bulan lalu

Harga Pangan Hari Ini 14 Desember 2025, Daging Ayam hingga Beras Naik?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal