Karena alasan tersebut, pasien dengan trombosit rendah biasanya diminta menjalani bed rest total selama masa perawatan. Tujuannya untuk mengurangi risiko perdarahan spontan akibat aktivitas fisik.
Dokter Yudha mengatakan, kondisi kritis DBD sering kali tidak disadari pasien karena muncul setelah demam mulai turun. Banyak pasien merasa tubuhnya sudah membaik, sehingga tetap bekerja atau beraktivitas normal.
Padahal pada fase tersebut, trombosit justru sedang mengalami penurunan signifikan dan risiko komplikasi meningkat.
Selain perdarahan, pasien DBD juga berisiko mengalami syok akibat kebocoran plasma. Kondisi ini ditandai tekanan darah menurun drastis dan bisa mengancam keselamatan jiwa.
“Kalau sudah ada tanda lemas berat, perdarahan, muntah terus, atau sulit makan dan minum, jangan ditunda untuk ke rumah sakit,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap DBD sebagai penyakit ringan karena komplikasinya dapat berkembang cepat apabila terlambat ditangani.