"Kalau kita prevelensi, dari tahun 2013 ke 2015, sudah dua kali lipat kasusnya. Kalau dulu biasanya muncul di atas 50 tahun atau karena keturunan. Sekarang bisa menyerang anak muda yang tidak memiliki keturunan diabetes," papar dia.
Hal ini terjadi, kata dia, karena faktor kurangnya aktivitas fisik, disertai pola makan yang tidak sehat. Misalnya, terlalu banyak karbo dan gula.
"Untuk menghindari ini, tentunya dengan mengubah pola hidup yang sehat. Misalnya, rajin berolahraga atau beraktivitas fisik, serta pola makan yang seimbang. Seimbang yang bagaimana? Yaitu seimbang antara kabohidrat, sayuran, dan protein," pungkasnya.