Disiksa Pasangan Bertahun-tahun tapi Tidak Pergi? Ini yang Terjadi pada Korban

Niko Prayoga
Ilustrasi korban kekerasan. (Foto: Ilustrasi AI)

"Tapi biasanya ada fase rekonsiliasi, pelaku meminta maaf, hubungan kembali mesra, lalu kekerasan terjadi lagi. Siklus itu terus berulang," katanya.

Stephani mengatakan, pola tersebut membuat korban sulit mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan. Sebab, korban masih mengingat momen-momen bahagia yang pernah dirasakan bersama pelaku.

Tak hanya itu, kekerasan yang dilakukan pelaku biasanya meningkat secara bertahap. Awalnya korban mungkin hanya mengalami bentakan atau tamparan, tetapi lama-kelamaan bentuk kekerasan berkembang menjadi lebih berat.

"Awalnya mungkin hanya ditampar, lalu pelaku meminta maaf. Setelah itu bisa meningkat menjadi dipukul, kemudian minta maaf lagi. Eskalasinya terus meningkat," jelasnya.

Selain dipengaruhi siklus kekerasan, korban juga dapat memiliki kondisi psikologis tertentu yang membuatnya lebih rentan bertahan. Misalnya memiliki sifat dependen atau sangat bergantung kepada pasangan secara emosional.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus Penganiayaan Pacar di Bandung Viral, Psikolog Ungkap Faktor Korban Bertahan 3 Tahun

57 tahun lalu

Polda Jabar Buka Call Center! Cari Korban Lain Penganiayaan Taufik Hidayat

57 tahun lalu

Menkes Jamin Perempuan Korban Penganiayaan di Bandung Akan Jalani Rekonstruksi Wajah

57 tahun lalu

Heboh Karyawan Padel di Jaksel Disekap, Polisi Tangkap 4 Pelaku

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal