Dokter Anak: Jarang Sekali Vaksin Sebabkan Kematian

Muhammad Sukardi
Dokter spesialis anak memastikan kalau kasus kematian akibat vaksin itu jarang sekali. (Foto: Screenshoot)

JAKARTA, iNews.id - Tidak bisa dipungkiri masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang beranggapan vaksin menyebabkan kematian. Itu juga yang menjadi alasan orangtua ogah memberi vaksin kepada anaknya.

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah vaksin menyebabkan kematian. Apakah benar demikian? Ketahui jawaban selengkapnya di bawah ini.

Dokter Spesialis Anak dr Agnes Tri Harjaningrum, SpA, menegaskan bahwa tidak benar vaksin menyebabkan seseorang meninggal dunia. Justru, vaksin bisa mencegah seseorang dari penyakit yang lebih berat hingga kematian.

"Jarang sekali vaksin menyebabkan kematian. Umumnya, seseorang meninggal setelah divaksin itu akibat kondisi syok anafilaktik. Artinya, tubuhnya alergi terhadap vaksin. Tapi ini kasusnya sangat jarang terjadi," ungkap dr Agnes dalam tayangan Morning Update di iNews TV, Kamis (12/9/2024).

Syok anafilaktik adalah reaksi alergi yang tergolong berat. Bahkan, dapat mengancam nyawa seseorang, karena berkembang sangat cepat.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
7 hari lalu

Denny Indrayana cs Dinilai Tak Punya Legal Standing Gugat Ijazah Gibran ke MK

7 hari lalu

Perkara Gibran Dinilai Bukan Cuma soal Ijazah, Denny Indrayana Ungkap 5 Pelanggaran Konstitusi

21 hari lalu

Islah Bahrawi Duga Video Budi Arie Sengaja Dibocorkan: Jokowi Mungkin Kecewa dengan Prabowo

21 hari lalu

Dikaitkan dengan Demo 27 Agustus, Kubu Budi Arie Sindir Relawan Prabowo: Terlalu Halu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal