JAKARTA, iNews.id - Di tengah pandemi Covid-19, Indonesia masih mengejar target untuk menghilangkan Tuberkulosis (TBC) seluruhnya pada 2030. Capaian itu faktanya harus melaju lamban karena fokus perhatian ditujukkan pada penanganan Covid-19.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pelacakan kasus TBC di Indonesia hanya tercapai 30 persen dibandingkan capaian sebelumnya. Hal ini mengkhawatirkan, sebab ada kemungkinan kasus TBC melonjak pada 2021 atau 2022.
"Meski kesadaran masyarakat pada kesehatan semakin tinggi, seperti menggunakan masker dan jaga jarak, tapi testing tidak semasif sebelum pandemi. Ini membuat pelacakan kasus hanya dapat dilakukan 30 persen dari tahun sebelumnya," papar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, di webinar Hari Tuberkulosis Sedunia, Selasa (23/3/2021).
Di sisi lain, saat bicara tentang TBC maka kita akan mendapati gejala penyakit yang hampir sama dengan Covid-19 yaitu batuk. Ya, pasien Covid-19 dapat dikenali dengan gejala batuk.
Meski begitu, diterangkan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H, DTCE, FISR, untuk mengenali suatu penyakit tentu diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.