5. Anak dengan Gagal Ginjal Bisa Membutuhkan Cuci Darah hingga Transplantasi
Pada kondisi gagal ginjal berat, anak dapat membutuhkan terapi pengganti ginjal untuk membantu menjalankan fungsi yang tidak lagi dapat dilakukan ginjal secara memadai.
Menurut dr Reza, pilihan terapi tersebut mencakup hemodialisis atau cuci darah, continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD), serta transplantasi ginjal.
Pemilihan terapi bergantung pada kondisi pasien, tingkat kerusakan ginjal, dan pertimbangan tim medis. Tidak semua anak dengan gangguan ginjal akan membutuhkan terapi pengganti ginjal karena penanganan ditentukan oleh jenis dan tingkat keparahan penyakit.
6. Pola Hidup Sehat Tetap Penting untuk Menjaga Ginjal Anak
Meski penyebab gagal ginjal pada anak tidak selalu berkaitan langsung dengan makanan yang dikonsumsi, orang tua tetap perlu membiasakan pola hidup sehat sejak dini.
dr Reza mengingatkan pentingnya mengatur pola makan dan mencegah obesitas. Kebiasaan tersebut membantu menjaga kesehatan anak dan mengurangi risiko sejumlah penyakit yang dapat memengaruhi fungsi ginjal pada masa mendatang.
"Nah, lantas apakah anak boleh pola hidupnya tidak dijaga? Tidak juga. Pola hidup sehat pada anak tetap harus dijaga: mencegah obesitas, mengatur pola makan, ya. Karena ini kaitannya untuk pencegahan penyakit ginjal yang dapat terjadi di kemudian hari," ucap dr Reza.
Orang tua perlu memahami bahwa pola hidup sehat bukan jaminan untuk mencegah semua penyakit ginjal, terutama yang disebabkan kelainan bawaan atau kondisi medis tertentu. Jika anak mengalami keluhan yang mengkhawatirkan, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.