Gejala Hantavirus yang Harus Diwaspadai, Nyeri Otot hingga Sakit Kepala

Muhammad Sukardi
Ilustrasi pasien infeksi virus mematikan Hantavirus. (Foto: Ilustrasi AI)

WHO mencatat tingkat fatalitas HPS dapat mencapai hampir 50 persen.

Sementara pada jenis Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), gejala dapat berkembang menjadi gangguan ginjal, tekanan darah rendah, hingga perdarahan.

Praktisi kesehatan menyebut, gejala Hantavirus kerap disalahartikan sebagai influenza, Covid-19, atau infeksi virus biasa. Karena itu, riwayat paparan tikus menjadi petunjuk penting dalam diagnosis.

Penularan Hantavirus paling sering terjadi melalui urine, kotoran, atau air liur tikus yang terhirup manusia dalam bentuk partikel debu.

Risiko tertinggi biasanya dialami orang yang membersihkan gudang, rumah kosong, loteng, atau area lembap yang dipenuhi tikus tanpa menggunakan masker dan sarung tangan.

Hingga kini belum ada vaksin maupun obat antivirus khusus untuk Hantavirus. Penanganan medis lebih difokuskan pada perawatan intensif dan bantuan pernapasan.

Karena itu, para ahli mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami demam dan nyeri otot setelah kontak dengan lingkungan yang berpotensi terkontaminasi tikus.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Health
5 jam lalu

Apa Itu Hantavirus? Virus Mematikan yang Gegerkan Dunia!

Internasional
6 jam lalu

Update! WHO Konfirmasi Wabah Mematikan Hantavirus Makin Menyebar Luas

Internasional
2 hari lalu

Hantavirus di Kapal Pesiar Atlantik: Haruskah Publik Panik?

Nasional
3 jam lalu

Indonesia Siaga Hantavirus, Menkes: Ini Lumayan Berbahaya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal