Kurangi Duduk Terlalu Lama
Selain menambah waktu bergerak, mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama juga menjadi salah satu hal penting yang disoroti dalam penelitian tersebut. “Temuan menarik lainnya adalah pengurangan waktu sedentari atau bermalas-malasan sebesar 30 menit per hari, ternyata berasosiasi dengan penurunan risiko kematian sekitar 3 persen,” katanya.
Aktivitas sedentari merupakan perilaku saat seseorang menghabiskan waktu dalam posisi duduk atau berbaring dengan pengeluaran energi yang rendah, misalnya ketika bekerja di depan komputer atau menonton televisi.
dr Adam menjelaskan, aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten memiliki sejumlah manfaat biologis bagi tubuh. Di antaranya membantu memperbaiki fungsi endotel atau lapisan dalam pembuluh darah, meningkatkan sensitivitas insulin, serta menurunkan inflamasi sistemik derajat rendah.
Aktivitas fisik juga berperan dalam menjaga regulasi metabolisme dan sistem kardiovaskular. Fungsi-fungsi tersebut penting untuk mendukung kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
“Mengapa efek kecil ini bermakna secara biologis? Aktivitas fisik ringan–sedang yang dilakukan konsisten memiliki manfaat sebagai berikut. Memperbaiki fungsi endotel pembuluh darah, meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan inflamasi sistemik derajat rendah, memperbaiki regulasi metabolik dan kardiovaskular,” ujarnya.
Meski demikian, penurunan risiko dalam penelitian tersebut merupakan hubungan statistik pada tingkat populasi, bukan jaminan bahwa setiap individu yang menambah aktivitas fisik selama 5 menit akan mengalami penurunan risiko kematian dengan persentase yang sama.
Temuan ini menegaskan pentingnya membangun kebiasaan aktif secara bertahap. Menambah waktu berjalan kaki, menyempatkan diri bergerak di sela pekerjaan, dan mengurangi durasi duduk berkepanjangan dapat menjadi langkah awal untuk menjalani pola hidup yang lebih aktif.