Heboh Kalung Anticorona, Begini Tanggapan Pakar Kesehatan

Siska Permata Sari
Kalung anticorona tengah menjadi perbincangan di masyarakat. (Foto: Sindonews/Haryudi)

Dia mengungkapkan, tidak setuju bahwa kalung tersebut disebut sebagai antivirus ataupun anticorona. “Jadi saya tidak setuju jika kalung eucalyptus disebut sebagai kalung antivirus. Cukuplah disebut kalung kayu putih atau kalung Eucalyptus,” tulis dia.

Tak hanya untuk kalungnya saja, demikian juga dengan produk lainnya seperti inhaler dan roll on minyak kayu putih. “Produk-produk kayu putih yang ada dalam bentuk inhaler, roll on yang sebagian sudah disetujui BPOM, tetap keberadaannya bukan sebagai antivirus,” tulisnya.

Akademisi yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam tersebut berharap bahwa penelitian akan terus berlanjut.

“Saya berharap riset eucalyptus ini berlanjut karena minyak kayu putih memang sudah kita gunakan sejak dahulu kala dan sampai hari ini untuk berbagai masalah kesehatan. Mudah-mudahan saja memang bisa terbukti secara uji klinik, bermanfaat dalam terapi virus Covid-19, menjadi kontribusi Indonesia untuk dunia,” tulisnya.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
Health
23 hari lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Nasional
23 hari lalu

Covid-19 Varian Cicada Diprediksi Sudah Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog

Health
23 hari lalu

Asal Usul Nama Cicada, Julukan Covid-19 Varian Baru yang Mulai Menggila

Health
23 hari lalu

Apakah Covid-19 Varian Cicada Mematikan? Cek Faktanya di Sini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal