Untuk memberikan perhatian kepada para penyintas, Saidan menggunakan pendekatan secara psikologis. Perlahan-lahan berkenalan, memahami kondisinya, kemudian bicara dari hati ke hati.
Jika para penyintas ini sudah merasa nyaman, kata dia, tugas Saidan selanjutnya adalah memberikan edukasi, soft skill hingga motivasi agar mereka bisa melanjutkan hidupnya ke arah lebih baik, setelah keluar dari tempat rehabilitasi.
"Setelah mereka menerima saya, kemudian saya berikan edukasi. Setelah keluar mereka ada yang jadi atlet, mengajar," tuturnya.