Jadi Korban Pelecehan Seksual, Apa yang Harus Dilakukan? Ini Kata Psikolog  

Siska Permata Sari
Ilustrasi pelecehan seksual yang bisa terjadi di mana raja. (Foto: dok iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Pelecehan seksual masih marak terjadi di mana-mana. Pelecehan seksual pun dapat terjadi pada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. 
 
Berdasarkan hasil riset yang dilakukan secara nasional melalui IPSOS Indonesia, sebanyak 82 persen perempuan Indonesia pernah mengalami pelecehan seksual di ruang publik. Namun, tidak hanya perempuan yang bisa mengalami pelecehan seksual, pria pun demikian. 
 
Psikolog Klinis Meity Arianty mengatakan, pelecehan seksual adalah segala bentuk perilaku yang berkonotasi seksual, dilakukan secara sepihak dan tidak dikehendaki oleh korban. Bentuknya, dapat berupa ucapan, tulisan, simbol, isyarat dan tindakan yang berkonotasi seksual. 
 
“Aktivitas yang konotasi seksual bisa dianggap pelecehan seksual jika mengandung adanya pemaksaan, kehendak sepihak oleh pelaku, kejadian ditentukan oleh motivasi pelaku, kejadian tidak diinginkan korban dan mengakibatkan penderitaan pada korban,” kata Meity Arianty, dilansir Kamis (10/6/2021).
 
Dia menjelaskan, ragam bentuk pelecehan seksual. Di antaranya pelecehan seksual secara fisik seperti sentuhan yang tidak diinginkan, menempelkan tubuh atau sentuhan fisik lainnya. Kemudian pelecehan seksual secara lisan, seperti komentar tentang kehidupan pribadi atau bagian tubuh yang bermuatan seksual.
 
Lalu ada juga bentuk pelecehan non verbal atau isyarat yang merupakan bahasa tubuh atau gerakan yang bernada seksual. Misalnya, menatap penuh nafsu, menjilat-jilatkan bibir sambil menyedipkan mata. 
 
“Secara umum, semua kegiatan atau perilaku yang tidak diinginkan korban, dan berakibat mengganggu diri penerima pelecehan. Bisa dengan merendahkan tentang orientasi seksual, permintaan melakukan tindakan seksual yang disukai pelaku, ucapan atau perilaku yang berkonotasi seksual,” jelas Meity.
 


Lantas apa yang perlu dilakukan saat mengalami pelecehan seksual? Meity menyarankan, agar korban segera menghindar sejauh mungkin, tak berurusan lebih jauh, berteriak, meminta bantuan, melawan, dan melaporkan. 
 
“Namun kalau korban mengalami stres atau trauma, segera cari bantuan. Jangan pernah memendamnya sendirian, cari teman yang bisa membantu, lapor ke keluarga atau orang terdekat dan segera ke psikolog atau psikiater,” ujarnya.

Editor : Elvira Anna
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Aldi Taher Banjir Hujatan usai Sarankan Nadhif Basalamah Segera Menikah setelah Alami Pelecehan

57 tahun lalu

Nadhif Basalamah Jadi Korban Pelecehan Seksual di Medsos, Aldi Taher: Nikah Buruan!

57 tahun lalu

Nadhif Basalamah Pamit dari Dunia Musik usai Diterpa Pelecehan Seksual? Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Geger! Nadhif Basalamah Jadi Korban Pelecehan Seksual, Terduga Pelaku Sesama Pria

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal