Jam Makan Ternyata Pengaruhi Kesehatan Usus dan Berat Badan, Kok Bisa?

Muhammad Sukardi
Ilustrasi hidup sehat dengan memperhatikan jam makan. (Foto: Istimewa)

Menurut dia, gaya hidup modern perlahan membuat ritme alami tubuh menjadi kacau. Kebiasaan begadang, makan tidak teratur, kerja shift, hingga terlalu lama menatap layar pada malam hari dapat mengganggu sinkronisasi jam biologis tubuh.

Ketika ritme tubuh terganggu, kondisi usus juga ikut terdampak. Akibatnya, risiko kenaikan berat badan, ketidakseimbangan gula darah, hingga peradangan jangka panjang menjadi lebih tinggi.

"Tantangannya adalah gaya hidup modern secara perlahan mengganggu komunikasi alami tersebut. Ketika jam biologis tidak lagi sinkron, kondisi usus pun ikut terganggu," katanya.

Dokter Vipada menjelaskan bahwa salah satu cara sederhana menjaga kesehatan usus adalah dengan menjaga konsistensi waktu makan setiap hari. Idealnya, waktu makan berada dalam rentang delapan hingga 12 jam dalam sehari.

Sarapan juga disebut memiliki peran penting karena setelah berpuasa semalaman, sistem pencernaan berada dalam kondisi optimal untuk menyerap nutrisi.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Festival Olahraga dan Edukasi Finansial Ajak Generasi Muda Hidup Sehat

57 tahun lalu

Jelang Miss World 2026, Audrey Bianca Jaga Pola Hidup Sehat

57 tahun lalu

Menkes Sosialisasikan Label Nutri-Level untuk Edukasi Konsumsi Sehat

57 tahun lalu

Fakta Menarik! Rutin Main Basket Bisa Memperpanjang Umur hingga 2,7 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal