Jangan Tunggu Payudara Bengkak Baru Pompa ASI, Ini Alasannya

Muhammad Sukardi
Ilustrasi menyusui bayi. (Foto: Ilustrasi AI)

JAKARTA, iNews.id – Masih banyak ibu menyusui yang baru memompa ASI ketika payudara sudah terasa penuh atau bahkan bengkak. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada payudara.

Konselor menyusui Desyntia Inten Dwi Lestari mengingatkan bahwa pengosongan payudara sebaiknya dilakukan secara rutin, bukan menunggu hingga terasa nyeri atau penuh.

"Jangan menunggu sampai payudara terasa sangat penuh. Pengosongan secara rutin penting untuk menjaga produksi ASI tetap optimal," kata Desyntia dalam acara di Jakarta Convention Center (JCC), belum lama ini.

Menurut dia, jika ASI dibiarkan menumpuk terlalu lama, ibu berisiko mengalami sumbatan saluran ASI. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi mastitis atau peradangan pada jaringan payudara yang menimbulkan rasa nyeri, bengkak, hingga demam.

Dalam kasus yang lebih berat, mastitis bahkan dapat berkembang menjadi abses payudara yang memerlukan tindakan medis.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Abel Cantika Cerita Perjuangan Menyusui Anak Kedua, Alami Payudara Bengkak hingga Puting Lecet

57 tahun lalu

Payudara Bengkak saat Menyusui Jangan Dianggap Biasa, Bisa Jadi Gejala Mastitis

57 tahun lalu

Makan Bergizi Gratis untuk Balita dan Ibu Menyusui Mulai Digelar, Upaya Cegah Stunting

57 tahun lalu

Stres Bisa Ganggu Produksi ASI, Ini Penjelasan Konselor Laktasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal