Kemenkes Integrasikan Tracing TB dengan Cek Kesehatan Gratis, Masyarakat Dapat Pemeriksaan dan Edukasi Pencegahan

Tim iNews.id
Kemenkes memperkuat upaya penemuan dan pencegahan Tuberkulosis (TB) melalui Tracing TB yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). (Foto: Kemenkes)

Melalui integrasi skrining TB dengan CKG, masyarakat mendapat lebih banyak manfaat, selain mengetahui status TB lebih dini dan memperoleh tindak lanjut, namun juga bisa mendapatkan berbagai pemeriksaan kesehatan lainnya secara gratis. Tahun ini, tracing TB terintegrasi dengan CKG dilakukan secara serentak di 53.335 lokus di 38 provinsi di Indonesia.

“Menurut saya skrining ini bagus buat kita, karena kita bisa tahu kondisi kesehatan lebih awal. Kita juga dapat ilmu tentang cara mencegah penyakit TB, jadi kita tahu apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan,” ujar Widati, istri dari penyintas TB yang mengikuti kegiatan tracing TB terintegrasi CKG.

Bagi masyarakat yang hasil skriningnya mengarah pada dugaan TB aktif, maka pemeriksaan dilanjutkan untuk memastikan diagnosis tersebut. Pasien yang selanjutnya terkonfirmasi akan mendapatkan pengobatan sampai tuntas. Sementara kontak erat atau kelompok berisiko yang tidak mengarah pada TB aktif dan memenuhi kriteria diberikan TPT untuk pencegahan.

“Karena saya serumah dengan pasien TB, saya juga mengikuti skrining untuk mencegah tertular dan mendapatkan obat pencegahan TB. Menurut saya, ini membantu sekali karena kita jadi tahu kondisi kesehatan dan bisa melakukan pencegahan sejak awal,” jelas Widati.

Mengutip data Global Tuberculosis Report 2025, Indonesia masih menjadi negara dengan beban TB tertinggi kedua di dunia, dengan estimasi sekitar 1,08 juta kasus TB dan 126 ribu kematian akibat TB setiap tahunnya. 

Baca Juga

Kemenkes mengajak masyarakat, khususnya mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien TB atau termasuk kelompok berisiko, untuk segera memanfaatkan layanan CKG yang terintegrasi skrining TB tanpa perlu menunggu munculnya gejala. Pemeriksaan sejak dini dan edukasi yang tepat diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali risiko, mendapatkan pencegahan yang sesuai, dan bersama-sama memutus rantai penularan TB.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
1 hari lalu

Plasma Darah Bisa Jadi Penopang Hidup Pasien Hemofilia, Ini Alasannya

4 hari lalu

Sah! Syarat Kecukupan SKP Dokter Resmi Turun, dari 250 Jadi 160 per 5 Tahun

7 hari lalu

Jakarta Jadi Pusat Kasus TBC di Indonesia, Bangka Belitung Juga!

8 hari lalu

Kemenkes: 25.000 Orang Indonesia Meninggal Dunia per Tahun akibat Kanker Darah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal