Ajari Cara Gunakan Toilet
Untuk mempermudah toilet training, pakaikan si kecil celana yang mudah dilepas dan dipakai secara mandiri. Selanjutnya, ajari tata cara penggunaan toilet. Dari mulai cara duduk yang benar di kloset, membersihkan setelah buang air besar dan kecil, cara menekan tombol flush, hingga mencuci tangan dengan benar setiap selesai memakai toilet.
Jadikan Rutinitas
Jadikan kegiatan ke toilet menjadi rutinias. Misalnya, setelah si kecil bangun tidur, Anda dapat mengajak pergi ke toilet sebentar untuk buang air. Ajak si kecil duduk di pispot 45 menit atau 1 jam setelah dia banyak minum atau makan. Dengan menerapkan hal ini, anak akan terbiasa buang air di pispot atau toilet duduk. Agar tidak bosan, bawa mainan kesayangannya ketika pergi ke toilet.
Waktu Terbaik
Anak umumnya siap untuk menjalani toilet training antara usia 18 bulan hingga 3 tahun. Proses toilet training ini melibatkan kebiasaan untuk buang air di toilet saat siang hari. Namun, tidak ada usia pasti yang menentukan kapan anak benar-benar terlatih dalam toilet training. Oleh karena itu, dalam rentang usia ini, anak masih bisa menggunakan popok terutama saat malam hari dan saat bepergian.
Dalam periode ini, berat badan anak juga cenderung bertambah, terutama bagi beberapa bayi yang mengalami peningkatan berat badan berlebih pada usia tersebut. Oleh karena itu, penggunaan popok harus sesuai dengan ukuran berat bayi agar nyaman dan terhindar dari kebocoran yang dapat menyebabkan ruam popok.
Selama masa toilet training, popok yang ideal harus menjaga kestabilan pH, menjaga kulit tetap kering, serta mencegah terjadinya ruam. Kini, hadir Makuku SAP Diapers Grow Care, yaitu popok untuk bayi plus size dan toddler, dengan teknologi SAP pertama di Indonesia.