Dengan kata lain, virus ini sudah mulai menginfeksi sebelum memasuki musim dingin. Ini menjadi fenomena baru yang sekarang disorot seluruh dunia.
Kemudian, alasan lain Subclade K disebut Super Flu ialah gejalanya yang lebih terlihat nyata di orang yang terpapar. Bahkan, gejalanya dapat mengganggu aktivitas harian.
"Ya, mudahnya lebih parah sedikit dibandingkan infeksi flu umumnya," kata dr Dicky.
Gejala yang lebih parah ini terutama pada kelompok lansia atau anak di bawah lima tahun. Mereka berisiko mengalami flu berat, batuk yang lebih lama, lebih banyak dahaknya, nyeri saat menelan, bisa terjadi jika kelompok rentan tersebut terinfeksi Subclade K.
Secara global, sudah tiga juta lebih orang terinfeksi Subclade K, dengan pasien kondisi parah lebih dari ratusan ribu pasien. Terkait dengan angka kematian, varian ini tidak lebih parah daripada Covid-19 di awal pandemi.