Konsumsi Suplemen Vitamin D Sebaiknya Sebelum atau Sesudah Makan? Ini Saran Dokter

Antara
Vitamin D sangat dibutuhkan tubuh. (Foto: Antara)

"Dia mengalami variasi gen di CYP2R1 sehingga 25[OH] D tidak cukup, biarpun terkena matahari," tutur Cindiawaty.

Pada kondisi ini jika dia berjemur lama, namun enzimnya tidak cukup, sehingga vitamin D inaktif yang diubah menjadi aktif juga tidak maksimal dan berujung kadar 25[OH] D juga masih defisiensi.

Sayangnya, tidak ada tanda atau gejala khusus yang menunjukkan seseorang mengalami variasi dalam gennya. Dia harus menjalani pemeriksaan laboratorium untuk memastikannya.

Seseorang yang kekurangan vitamin D, sehingga membutuhkan asupan suplemen biasanya merasakan gejala seperti kelelahan, nyeri, kelemahan tulang atau otot yang parah sehingga sulit naik tangga atau bangun dari lantai atau kursi, hingga retak di tulang kaki, panggul, dan pinggul.

Laman Healthline menyebut, jika Anda memiliki kekurangan, dokter Anda dapat merekomendasikan pemeriksaan sinar-X untuk memeriksa kekuatan tulang Anda. Jika Anda didiagnosis menderita kekurangan vitamin D, dokter kemungkinan akan menyarankan Anda mengonsumsi suplemen vitamin D setiap hari baik dalam bentuk tablet atau cairan vitamin D dosis tinggi.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
Health
4 hari lalu

Vitamin C atau Vitamin D, Mana Lebih Baik Tingkatkan Imun?

Health
5 bulan lalu

BPOM Angkat Bicara soal Blackmores Beracun di Australia, Beredar di Indonesia?

Health
1 tahun lalu

Apakah Minum Susu saat Sarapan Penting? Ini Kata Ahli

Internasional
2 tahun lalu

4 Orang Tewas usai Konsumsi Suplemen Penurun Kolesterol di Jepang, Lebih dari 100 Masuk RS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal