Kulit Ketiak Sensitif, Begini Tanda-tandanya yang Tak Banyak Orang Tahu

Siska Permata Sari
Acara peluncuran Dove Sensitive Deodorant di The Hermitage, Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: iNews.id/Siska Permata Sari)

JAKARTA, iNews.id - Kulit yang sensitif tidak hanya dirasakan pada wajah yang sering kemerahan atau berjerawat, tetapi juga bagian-bagian yang jarang diperhatikan seperti ketiak. Kondisi kulit sensitif di area ketiak dapat menyebabkan iritasi, dari timbulnya kemerahan hingga berubah menjadi kehitaman.

Dermatologis berbasis di Jakarta dan tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia Jakarta (PERDOSKI JAYA), dr Melyawati Hermawan, SpKK mengatakan, kulit ketiak yang sensitif memiliki gejala-gejala tertentu, yang tak jarang mengganggu namun masih kurang diperhatikan.

"Tandanya kulit ketiak yang sensitif bisa macam-macam. Tapi biasanya itu muncul peradangan seperti rasa panas, gatal, merah, jika didiamkan bisa jadi hitam. Itu tanda iritasi kronis," kata Melyawati Hermawan dalam acara peluncuran Dove Sensitive Deodorant di The Hermitage, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 11 Juli 2019.

Dia menjelaskan, peradangan pada kulit yang sensitif, terutama ketiak tak dapat berkembang menjadi gatal dan menimbulkan bentol-bentol merah yang menyerupai jerawat. Jika hal ini terjadi, tentunya diperlukan perawatan khusus sehingga mencegah tingkat keparahan iritasi.

"Kalau dilihat secara medis, kulit normal itu mirip batu bata yang ibaratnya padat dan dilapisi semen, jadi rapi berjejer. Jadi dari luar mau masuk ke dalam itu sulit sekali. Berbeda kalau sensitif, tampak barrier kulitnya compang-camping, semennya sudah hilang, yaitu pelembapnya tadi, jadi zat iritan mudah masuk ke dalam tubuh," ucap dia.

Demi mengatasi iritasi tersebut, Melyawati menyarankan untuk menghindari produk terutama deodorant yang mengandung bahan-bahan seperti parfum, paraben, dan alkohol.

"Kau pakai deodoran, make sure saat kulit kering. Jangan saat kondisi kulit lembap karena bisa membentuk substansi, sehingga bisa bikin iritasi," ucap dia.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
Nasional
4 jam lalu

Eks Bos WHO Beberkan Fakta Mengkhawatirkan Wabah Ebola 2026, Dunia Harus Waspada!

Nasional
8 jam lalu

Kemenkes Pastikan Tidak Ada Kasus Ebola di Indonesia

Nasional
1 hari lalu

Kemenkes Tegaskan Vape Sama Bahaya dengan Rokok Konvensional!

Health
1 hari lalu

Kemenkes Bongkar Bahaya Tersembunyi Vape, Bisa Disusupi Narkotika hingga Picu Kanker

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal