Kulit yang terlihat kusam atau lelah juga tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur saja. Stres, paparan lingkungan, aktivitas harian, pola makan, serta kebiasaan perawatan kulit dapat menjadi faktor lain yang memengaruhi penampilan kulit.
Karena itu, istilah 'recovery gap' digunakan untuk menggambarkan kesenjangan antara aktivitas yang dijalani dengan kesempatan tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri.
Ketika waktu pemulihan tidak seimbang dengan aktivitas, kulit dapat terlihat kurang fresh. Namun, 'recovery gap' bukan merupakan diagnosis medis, melainkan istilah yang digunakan dalam pembahasan mengenai keseimbangan aktivitas dan pemulihan.
Tidur memberikan kesempatan bagi tubuh untuk melakukan berbagai proses pemulihan. Karena itu, menjaga kesehatan kulit sebaiknya tidak hanya berfokus pada produk yang digunakan dari luar.
"Skin energy menggambarkan energi yang dibutuhkan sel kulit untuk menjalankan berbagai fungsi normalnya. Saat membahas kesehatan kulit jangka panjang, lifestyle seperti tidur dan recovery menjadi fondasi utama," kata dr Nisrina.