Manfaat DHA dan Omega 3 bagi Perkembangan Sistem Saraf Anak

Dani M Dahwilani
DHA dan Omega 3 harus menjadi perhatian bersama karena zat tersebut penting dan krusial memengaruhi kondisi fisik dan kepintaran anak. (Foto: Child-encyclopedia)

JAKARTA, iNews.id - Di tengah Hari Gizi Nasional yang diperingati 25 Januari lalu, ada berita yang kurang sedap tentang kekurangan asupan docosahexaenoic acid (DHA) pada anak Indonesia. Apa pentingnya nutrisi ini bagi anak?

Penelitian yang dimuat British Journal of Nutrition(2016) berjudul 'Intake of Assential Fatty Acids in Indonesia Children: Secondary Analysis of Data from a Nationally Representative Survey' menemukan delapan dari 10 anak usia sekolah Indonesia berusia 4-12 tahun kekurangan nutrisi otak. Mereka hanya mendapatkan sedikit asupan asam lemak esesial (Essential Fatty Acid) khususnya asupan DHA dan Omega 3.

Menurut Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Ahmad Sulaeman, penelitian tersebut menyatakan kurangnya asupan asam lemak esesial khususnya DHA harus menjadi perhatian bersama karena zat tersebut penting dan krusial memengaruhi kondisi fisik dan kepintaran anak.

"Jika DHA dan Omega 3 sangat bermanfaat dalam perkembangan sistem saraf, pembentukan membran sel sehat, dan produksi hormon seperti yang bertanggung jawab dalam mengatur tekanan darah, viskositas darah, vasokonstriksi, serta respons imun dan inflamasi," ujar Ahmad Sulaeman, dalam keterangan tertulis yang dilansir iNews.id, Minggu (27/1/2019).

Ahmad menjelaskan, kekurangan Omega 3 dan DHA sangatlah berbahaya. Karena hal itu bisa berdampak pada masa depan anak. Di antaranya, anak kurang pintar, tumbuh tak sempurna, kekebalan tubuh melemah, kulit mengalami kekeringan, pandangan kabur, hingga perubahan emosi yang bisa membuat prestasi anak di sekolah menurun.

"Pemenuhan gizi, terutama makanan dengan kandungan Omega 3 dan DHA yang cukup dapat memengaruhi masa depan bangsa Indonesia dan anak-anak kita saat dewasa kelak," katanya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2013, tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan bagi Bangsa Indonesia, dalam per hari anak berusia 4-9 tahun harus mengkonsumsi Omega 3 sebesar 0,9 gram. Sementara mereka yang berusia 10-12 tahun untuk laki-laki sebesar 1,2 gram dan perempuan sebesar 1,0 gram.

"Untuk DHA, per harinya setiap anak harus mendapatkan asupan sebesar 100-118 mg," ujar Ahmad.

Fakta delapan dari 10 anak Indonesia kekurangan DHA patut menjadi keprihatinan bersama dan upaya untuk memenuhi kebutuhan DHA dalam makanan anak harus menjadi prioritas orang tua dan keluarga Indonesia. DHA masih diperlukan walau anak telah berusia lebih dari 2 tahun.

"Baik DHA maupun EPA yang merupakan Omega 3 paling banyak didapatkan dari ikan, seperti ikan salmon dan lemuru alias sardin. Berdasarkan rekomendasi dari FAO dan WHO porsi untuk anak EPA 100-118 mg/hari dan DHA 100-118 mg/hari," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Health
21 hari lalu

Jangan Cium Bayi saat Lebaran, Dokter Ingatkan Risiko Penularan Virus Pernapasan!

Health
1 bulan lalu

Angka Anak Stunting di Indonesia Masih Tinggi, Butuh Perhatian Semua Pihak

Health
2 bulan lalu

Ahli Beberkan Cara Mencegah Anak Suka Jajan Sembarangan, Gampang Kok!

Health
6 bulan lalu

Cuaca Panas Ekstrem Jadi Ancaman Serius untuk Anak-Anak, Dehidrasi hingga DBD!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal