“Langkah pertama adalah tidak perlu menghafal secara paten dari huruf A sampai Z, tetapi dari A sampai J saja. Setelah A sampai J tinggal ditambahkan titik ketiga,” jelas Ali.
Titik-titik tersebut ada kesinambungan dan konfigurasinya. Hanya saja, yang berbeda terdapat pada huruf W, yang secara metodologi berbeda sendiri, yakni dengan membalik huruf R.
Selain itu, berlatih terus menerus, juga sangat membantu kemahiran seseorang menghafal dan mengerti huruf braille sehingga mampu membacanya dengan tepat.
“Selain menghafal jenis-jenis hurufnya, posisi, yang paling terpenting dari semua itu adalah latihan kepekaan. Karena kuncinya ada di ujung jari, jadi tidak hanya menghafal tetapi juga saat diterapkan di dalam proses membaca karena dia harus meraba,” ujar Ali.