Sebelumnya, Rizal juga mengingatkan gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah otak dapat menyebabkan stroke. Sebaliknya, jika penyumbatan terjadi di pembuluh darah jantung, kondisi itu bisa memicu serangan jantung.
“Tau gak? Gumpalan darah bisa kebentuk di dalam tubuh dan nyumbat pembuluh darah kita. Kalau nyumbatnya di otak, bisa kena stroke. Kalau di jantung? Ya, serangan jantung,” ujarnya.
Yang perlu diwaspadai, gumpalan darah sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Banyak penderita baru mengetahui kondisinya setelah aliran darah terganggu dan organ yang terdampak mulai mengalami kerusakan.
Dalam kondisi tertentu, embolus bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak apabila menyumbat pembuluh darah utama atau pembuluh darah yang menyuplai organ-organ vital.
“Bahkan beberapa kasus kematian mendadak bisa saja terjadi kalau embolus sudah nyumbat pembuluh darah utama atau pembuluh darah yang menyuplai organ vital,” ucap Rizal.
Untuk mengurangi risiko terbentuknya gumpalan darah, Rizal menyarankan masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Caranya antara lain berhenti merokok, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, serta mencukupi waktu tidur.
Langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah sekaligus menurunkan risiko terbentuknya gumpalan darah yang berpotensi berpindah dan menyebabkan komplikasi serius.