Komentar tersebut langsung menuai kritik dari warganet karena dianggap menghina pasien dan tidak menunjukkan empati. Polemik semakin membesar setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
Kasus itu kemudian memicu perbincangan luas mengenai etika dokter dan tenaga kesehatan dalam menggunakan media sosial.
Di tengah derasnya kritik publik, dr Elda akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui surat pernyataan yang beredar pada Selasa (4/8/2026).
Dalam surat tersebut, dia mengakui komentarnya tidak pantas dan tidak mencerminkan nilai-nilai profesi kedokteran.
"Saya mengakui sepenuhnya bahwa komentar yang saya tuliskan melalui akun media sosial saya beberapa waktu lalu sangatlah tidak pantas, tidak etis, dan menunjukkan ketiadaan empati," tulis dr Elda.