Pertama, perubahan kebiasaan buang air kecil. Kucing yang berulang kali masuk ke kotak pasir, mengejan saat buang air kecil, mengeluarkan urine dalam jumlah sedikit, atau mengeong seperti kesakitan perlu mendapat perhatian.
Pemilik juga perlu memperhatikan jika terdapat darah dalam urine atau kucing mulai buang air kecil di luar kotak pasir, padahal sebelumnya terbiasa menggunakan tempat tersebut.
Kondisi ini tidak boleh langsung dianggap sebagai masalah perilaku. Perubahan tersebut dapat berkaitan dengan gangguan saluran kemih sehingga pemeriksaan dokter hewan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Kedua, kucing tampak gelisah atau sering menjilati area kelaminnya. Perilaku tersebut dapat menjadi salah satu tanda ketidaknyamanan, terutama jika muncul bersamaan dengan kesulitan buang air kecil.
Ketiga, perubahan nafsu makan dan aktivitas. Kucing yang biasanya aktif tetapi mendadak lebih banyak bersembunyi, terlihat lesu, atau tidak mau makan juga perlu diperhatikan.