“Enamel itu lapisan pelindung paling luar gigi kita, bikin gigi kelihatan putih. Kalau enamel sering kena asam, mineralnya bisa luruh pelan-pelan. Enamel yang menipis bikin dentin di bawahnya yang kekuningan jadi lebih kelihatan,” ujar dr Cecep.
Menurut dia, pada tahap awal, mineral gigi yang hilang masih dapat digantikan melalui proses remineralisasi. Namun, enamel yang sudah terkikis tidak dapat tumbuh kembali secara alami seperti jaringan tubuh lainnya.
Karena itu, kebiasaan sehari-hari perlu diperhatikan untuk mencegah kerusakan enamel semakin parah. Salah satunya dengan menghindari kebiasaan langsung menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam.
Paparan asam dapat melunakkan permukaan enamel untuk sementara waktu sehingga menyikat gigi terlalu cepat setelahnya berisiko mempercepat pengikisan lapisan tersebut.
dr Cecep menyarankan masyarakat berkumur menggunakan air putih setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam. Menyikat gigi sebaiknya dilakukan sekitar satu jam kemudian agar permukaan gigi memiliki waktu untuk kembali mengeras.
“Kumur air putih dulu, baru sikat sejam kemudian. Kalau kuningnya gak berubah, periksa dokter gigi ya,” kata dr Cecep.
Jika warna gigi tetap kuning meski sudah menjaga kebersihan mulut, pemeriksaan ke dokter gigi dapat membantu mengetahui penyebabnya. Perubahan warna gigi tidak selalu disebabkan oleh kebiasaan menyikat gigi yang kurang tepat, tetapi juga dapat dipengaruhi kondisi enamel dan dentin.