Respons Kemenkes soal Anggur Shine Muscat Mengandung Zat Berbahaya, Siap Investigasi?

Muhammad Sukardi
Kemenkes RI memberi tanggapan soal anggur shine muscat yang mengandung zat berbahaya. (Foto: FDA Thailand)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan merespons soal anggur shine muscat mengandung zat berbahaya yang ditemukan di Thailand, dan juga ramai di Malaysia. Apa tanggapan Kemenkes?

Pernyataan resmi Kemenkes ini disampaikan melalui Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik. Dikatakan di sana, Kemenkes memastikan akan mengawasi kasus ini bekerja sama dengan beberapa pihak.

"Kemenkes akan berkoordinasi dengan Badan Karantina Indonesia dan Kementerian Pertanian sebagai pengawas komoditi pangan segar dari dalam dan luar negeri," ungkap laporan resmi Kemenkes yang diterima iNews.id, Selasa (29/10/2024).

Dijelaskan juga oleh Kemenkes bahwa bahaya residu pestisida untuk kesehatan manusia itu tiap jenis pestisida berbeda, karena itu memiliki risiko kesehatan yang berbeda juga terhadap manusia.

"Risikonya tergantung pada senyawa kimia dalam pestisida tersebut, jumlah asupan (residu yang ada dalam bahan makanan), dan lama paparan," tambah laporan Kemenkes. 

Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberi pernyataan terkait temuan ini adalah menyerahkan kasus kepada Kementerian Pertanian, karena kewenangan pengawasannya dilakukan oleh Kementerian Pertanian.

Sebagai informasi, Thailand menemukan 23 sampel dari 24 sampel anggur shine muscat mengandung residu pestisida dalam kadar di atas ambang batas. Temuan ini disikapi serius juga oleh Malaysia dengan melakukan investigasi lebih lanjut. 

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
12 jam lalu

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, ISPU Sejumlah Daerah Masuk Kategori Berbahaya

13 jam lalu

75.172 Balita Kena ISPA akibat Karhutla, Ini Imbauan Kemenkes

13 jam lalu

Update! 333.470 Kasus ISPA akibat Karhutla, 75.172 Menyerang Balita

5 hari lalu

Kemenkes Kirim 500.000 Masker hingga Tambah Obat ISPA ke Wilayah Terdampak Karhutla

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal