“Semakin banyak yang dihisap, maka semakin cepat pula penyakit itu datang,” ucapnya.
Dari kandungan yang toxic pada rokok elektrik ini, kata dia, dapat memicu terjadinya ispa ataupun asma.
“Dalam waktu dua atau tiga tahun terakhir ini sudah banyak tercatat penyakit paru yang disebabkan oleh penggunaan rokok elektrik ini,” katanya.
Selama ini tidak sedikit masyarakat yang berpikir bahwa tidak hanya aman daripada rokok biasa, rokok elektrik juga bisa membantu perokok aktif untuk berhenti merokok. Menurutnya, statement itu salah besar.
“Karena dari pihak WHO sendiri tidak menyarankan rokok elektrik sebagai alternatif untuk berhenti merokok,” ucapnya.