Rumah Berdaya di Denpasar Jadi Wadah Kreasi Orang dengan Gangguan Jiwa

Siska Permata Sari
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. (Foto: iNews.id/Siska Permata Sari)

Dia berharap, adanya Rumah Berdaya ini dapat ditiru oleh daerah-daerah lain untuk menangani ODGJ. Menangani orang-orang dengan gangguan kejiwaan bukan dengan cara memasung, membiarkan atau bullying di dunia nyata dan media sosial.

"Saya kira ini salah satu contoh dan saya harapkan bisa bergulir terus, serta dapat dilakukan di daerah lain. Mengobati orang sakit jiwa itu tak sebentar, cukup lama," ucapnya.

Sementara itu salah satu pendiri Rumah Berdaya, psikolog dr Gusti Rai Wiguna mengatakan, kini ada 28 orang yang datang secara reguler di sana. "Saat awal berdiri ada 67 orang rehab di sini. Sekarang ada 28 orang yang reguler datang. Bahkan, ada juga alumni kami yang sudah bisa ngojek, lalu siang datang ke sini untuk nongkrong dan istirahat siang," kata dr Rai.

Dia juga menjelaskan, para ODGJ di Rumah Berdaya dapat belajar nyablon dan melakukan hal positif lainnya.

"Dengan aktif bersosialisasi dengan teman-teman, tamu, dan (hasil kreasi) mereka ada yang membeli, itu kepercayaan diri bisa muncul. Halusinasi juga semakin hilang dan tidak larut lagi dalam fantasi," ucapnya.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
1 hari lalu

Kulit Bayi Mudah Iritasi, Dokter Ungkap Hal yang Perlu Diperhatikan saat Memilih Popok

1 hari lalu

Perawatan Paliatif Bukan Berarti Menyerah, Ini yang Perlu Dipahami Keluarga Pasien

1 hari lalu

Tak Semua Ultra-Processed Food Harus Dihindari, Ini Penjelasan Ahli

5 hari lalu

Super Flu Menyebar di Indonesia, Kenali Gejala dan Tanda Bahayanya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal