Kekuatan mental tidak tumbuh dalam semalam. Dia dipupuk melalui ritual-ritual kecil yang dilakukan bersama. Coba sesekali ajak seluruh anggota keluarga untuk melakukan proyek kecil, seperti mengecat ulang dinding teras dengan semen dekoratif atau menanam bunga bersama di akhir pekan. saat tangan kita bekerja sama mempercantik rumah, secara tidak sadar kita sedang memperkuat ikatan emosional di antara kita.
Ada juga kekuatan dalam keheningan tanpa ponsel. Menetapkan "zona bebas digital" selama satu jam saja sehari bisa memberikan keajaiban. Itulah saat di mana kita benar-benar saling melihat mata satu sama lain, saling mendengar, dan merasa "ada" satu sama lain.
Pada akhirnya, rumah yang sehat bukan hanya soal betapa kokoh tembok betonnya, tapi seberapa hangat interaksi yang tercipta di bawah atapnya. Ketika rumah berhasil menjadi tempat yang aman secara fisik dan psikologis, setiap anggota keluarga, baik orang tua maupun anak-akan memiliki perisai yang cukup kuat untuk menghadapi badai apa pun di dunia luar.
Sebab pembangunan karakter dimulai dari rasa aman di bawah atap rumah kita sendiri.
Ingin tahu lebih dalam tentang bagaimana cara menciptakan hunian yang kokoh sekaligus menjadi ruang sehat bagi mental keluarga?
Simak pembahasan lengkapnya di Podcast Ruang Ratih persembahan Semen Merah Putih, tayang pada 9 Januari dan tonton di chanelnya https://youtu.be/pEY_O3uS1uE.
Mari bersama-sama wujudkan rumah yang sehat untuk mental generasi masa depan!