Oleh sebab itu, dr. Windy mengimbau masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan penyebab jerawat di punggung tanpa pemeriksaan yang tepat. Penanganan jerawat akibat produksi minyak berlebih tentu berbeda dengan folikulitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
"Iya, folikulitis. Tapi mirip-mirip ya, ada jerawat biasa, ada folikulitis, ada mungkin karena ekskresi karena susu, jadi macam-macam sih," pungkas dr. Windy.
Dengan kata lain, jika jerawat atau bruntusan di punggung muncul setelah rutin mengonsumsi whey protein, jangan terburu-buru menyalahkan suplemen tersebut. Perhatikan juga kebersihan tubuh setelah berolahraga dan segera konsultasikan ke dokter kulit apabila keluhan tidak kunjung membaik atau semakin parah.