"Kalau orangnya mager, maka gerak peristaltiknya juga akan cenderung melambat, biasanya. Sehingga selain faktor kurang fiber dan kurang serat, khusus untuk orang-orang yang mager parah, itu kemungkinan besar dia untuk konstipasi juga meningkat," katanya.
Orang yang sudah rutin mengonsumsi sayur, buah, atau sumber serat lainnya tetapi masih mengalami susah BAB perlu melihat kebiasaan sehari-hari secara lebih menyeluruh.
"Tapi bukan faktor utama ya. Makanya banyak orang bilang ‘Sudah rutin minum sayur, makan sayur, jus buah, kok tetap susah ee'?’ coba dicek, obesitas enggak? Coba dicek, mager enggak? Rutin olahraga enggak?" ucap dr Tirta.
Dia menambahkan, masalah susah BAB yang berlangsung terus-menerus tidak sebaiknya diabaikan. Menurutnya, gangguan tersebut dapat berkaitan dengan sejumlah masalah pada sistem pencernaan.
"Kalian-kalian ini ingat, risiko kalau kita susah ee' itu besar banget. Hemoroid, infeksi, gangguan motilitas pada usus, sampai yang paling parah itu bisa menyebabkan sumbatan pada usus jadi ileus," ujar dr Tirta.
Sebab itu, menjaga kelancaran BAB tidak cukup hanya dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Aktivitas fisik dan olahraga secara rutin juga perlu menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pola makan tinggi serat perlu diimbangi dengan gaya hidup aktif. Jika keluhan susah BAB berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.