"Dalam kasus stroke, setiap pasien memiliki kondisi klinis yang berbeda," ujar Dokter Spesialis Bedah Saraf Bethsaida Hospital Gading Serpong dr. Muhammad Ichsan Fachrudin Firdaus, Sp.BS, FIS.
Dokter Ichsan melanjutkan, "Ada pasien yang cukup ditangani dengan terapi medis dan observasi ketat, namun ada juga yang membutuhkan evaluasi bedah saraf, terutama bila terdapat perdarahan, pembengkakan otak, atau peningkatan tekanan di dalam kepala."
"Karena itu, penanganan stroke harus dilakukan secara komprehensif, cepat, dan tepat berdasarkan kondisi pasien serta hasil pemeriksaan penunjang," lanjutnya.
Kecepatan pemeriksaan juga sangat bergantung pada kesiapan sistem layanan di rumah sakit. Pasien stroke membutuhkan koordinasi berbagai tim medis agar proses evaluasi hingga penanganan dapat berlangsung tanpa hambatan yang tidak perlu.
"Penanganan stroke akut membutuhkan kolaborasi cepat antara tim Emergency, radiologi, dokter spesialis saraf, serta tim penunjang lainnya," ungkap dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.
"Dan layanan emergency terintegrasi dengan fasilitas radiologi modern, termasuk MRI 3 Tesla berbasis AI dapat membantu menghasilkan gambaran otak lebih jelas dan detail,” tambahnya.