JAKARTA, iNews.id – Inovasi di bidang kesehatan terus berkembang, termasuk dalam deteksi dini kanker serviks. Salah satu teknologi terbaru yang mulai diperkenalkan adalah metode skrining berbasis kecerdasan buatan (AI) menggunakan perangkat TruScreen.
Praktisi kesehatan sekaligus Direktur Dharma Nugraha Hospital dr Putri Indah Sari mengungkapkan, metode ini sudah mulai digunakan sebagai alternatif skrining kanker serviks. Meski begitu, jumlah pasien yang memanfaatkannya masih belum banyak.
"Karena ini teknologi baru dan perlu sosialisasi lebih lanjut. Apalagi berbasis AI, jadi belum semua masyarakat langsung percaya," ujarnya.
TruScreen merupakan alat skrining kanker serviks berbasis AI yang mampu memberikan hasil secara langsung. Berbeda dengan metode konvensional seperti pap smear yang membutuhkan waktu hingga 7–14 hari, TruScreen bisa memberikan hasil hanya dalam hitungan menit.
Teknologi ini bekerja dengan cara memindai jaringan serviks menggunakan sensor khusus berbentuk seperti pena. Sensor tersebut menyentuh beberapa titik pada serviks untuk menangkap sinyal listrik dan optik dari jaringan tubuh.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis oleh algoritma berbasis AI yang telah dilatih menggunakan ribuan data pasien dari berbagai latar belakang. Hasilnya, alat ini mampu mendeteksi apakah jaringan tersebut normal atau mengarah ke kondisi prakanker maupun kanker secara real time.