Keunggulan lain dari TruScreen adalah prosesnya yang tidak memerlukan pengambilan sampel jaringan seperti pada pap smear. Hal ini membuat prosedur menjadi lebih nyaman bagi pasien.
Selain itu, teknologi ini juga tidak membutuhkan fasilitas laboratorium yang kompleks. Artinya, skrining bisa dilakukan lebih cepat dan praktis, bahkan di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas.
Dengan hasil yang langsung diketahui, pasien juga tidak perlu menunggu lama atau berisiko kehilangan tindak lanjut karena keterlambatan hasil pemeriksaan.
Secara global, TruScreen memiliki tingkat sensitivitas sekitar 89 persen dan spesifisitas sekitar 87 persen dalam mendeteksi kanker serviks.
Dengan hadirnya teknologi seperti TruScreen, diharapkan kesadaran perempuan untuk melakukan skrining kanker serviks semakin meningkat. Terlebih, deteksi dini menjadi kunci utama dalam mencegah kanker berkembang ke stadium lanjut.
Dokter Indah pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan, baik dengan metode konvensional maupun teknologi terbaru.
"Yang penting adalah skriningnya. Mau pap smear, mau TruScreen, silakan. Yang penting diperiksa sejak dini," tuturnya.