"Esofagus memang terletak di belakang jantung kita sehingga ketika asam lambung naik ke esofagus rasanya seperti heartburn," katanya.
Selain menyebabkan rasa panas di dada, GERD juga dapat memicu mual, perut terasa penuh atau begah, hingga rasa asam di mulut. Salah satu pemicunya adalah konsumsi makanan tertentu yang dapat mengiritasi lambung.
"Akibatnya muncul rasa panas di dada, begah, mual, hingga rasa asam di mulut. Ini bisa terjadi karena lambung yang sedang terinfeksi, makanan pedas dan asam yang mengiritasi," ujarnya.
Tak hanya makanan, faktor psikologis seperti stres dan rasa khawatir berlebihan juga dapat memperburuk kondisi lambung. Menurut dr. Gia, tubuh dapat merespons tekanan pikiran sehingga berdampak pada organ pencernaan.
"Serta pikiran yang terus dipenuhi kekhawatiran. Sebab organ tubuh kita ikut menanggung apa yang terus kita pikirkan," katanya.
Karena itu, dr Gia mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan pola makan serta menjaga kondisi mental agar GERD tidak mudah kambuh. Mengurangi konsumsi makanan yang memicu iritasi dan mengelola stres menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan lambung.
"Jaga makananmu, tenangkan pikiranmu, beri lambungmu kesempatan untuk pulih," katanya.