Tak Ada Gejala Nyeri dan Batuk, Pengidap Kanker Paru di Indonesia Terlambat Berobat

Rizky Pradita Ananda
Kanker paru mengalami peningkatan penderita. (Foto: AFC urgent care)

JAKARTA, iNews.id - Penyakit kanker jadi momok menakutkan bagi setiap orang, apalagi mengingat penyakit satu ini banyak sekali jenisnya dan bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin.

Di antara sekian banyak jenis kanker, kanker paru diketahui menduduki peringkat teratas sebagai kanker dengan angka kematian tertinggi baik di dunia maupun Indonesia.

Data GLOBOCAN 2020 memperlihatkan, kematian karena kanker paru di Indonesia mengalami peningkatan sebesar  18 persen.

Selama dua tahun terakhir menjadi 30.843 orang dengan kasus baru mencapai 34.783  kasus. Hal ini berarti, di Indonesia ada empat orang meninggal akibat kanker paru setiap jam  dan berpotensi untuk meningkat setiap harinya jika tidak dijadikan prioritas nasional. 

Tingginya angka kematian ini sedikit banyak disebabkan karena penanganan yang terlambat. Faktanya di lapangan 85 hingga 90 persen pasien kasus baru itu datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi stadium lanjut.

Editor : Dyah Ayu Pamela
Artikel Terkait
Health
5 tahun lalu

Cegah Kanker Serviks, Vaksinasi HPV Penting Sebelum Menikah

Soccer
5 tahun lalu

Bantu 2 Bocah Penderita Kanker, Bruno Fernandes Lelang Sepatu Pembawa Hoki di Derby Manchester

Yogya
5 tahun lalu

Kena Kanker, Pemeran Paman Boboho Meninggal

Seleb
5 tahun lalu

Sosok Ng Man Tat, Aktor Paman Boboho yang Meninggal Dunia akibat Kanker

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal