JAKARTA, iNews.id - Terlalu sering menonton konten receh di media sosial disebut dapat memicu fenomena brain rot yang berdampak pada penurunan kemampuan berpikir. Kondisi ini menjadi perhatian di tengah kebiasaan masyarakat mengonsumsi video singkat dan hiburan instan setiap hari.
Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia, Agustino Zulys menjelaskan, brain rot bukan penyakit resmi dalam dunia medis. Namun, fenomena tersebut nyata dan mulai banyak dibahas dalam berbagai kajian ilmiah.
Menurut dia, brain rot merupakan kondisi ketika kemampuan berpikir seseorang menurun akibat terlalu sering mengonsumsi konten cepat, dangkal, dan receh di media sosial. Konten seperti itu bahkan kini dianggap sebagai hiburan instan untuk menghilangkan stres.
“Secara istilah, brain root itu pembusukan otak. Bukan penyakit resmi, tapi fenomena nyata. Artikel ilmiah menunjukkan *brain rot* dapat menyebabkan penurunan kemampuan berpikir karena terlalu banyak konsumsi konten receh, cepat, dan dangkal. Bahkan, sekarang dianggap sebagai genre hiburan,” kata Prof Zulys, dikutip Jumat (29/5/2026).
Dia mengungkapkan, salah satu penyebab utama brain rot adalah lonjakan dopamin yang terus-menerus saat seseorang menikmati konten singkat di media sosial. Otak akhirnya terbiasa mencari kesenangan instan dengan terus melakukan scrolling.