Transplantasi rambut yang pernah dilakukan oleh Atta Halilintar dan Anang Hermansyah. (Foto: istimewa)
Elvira Anna

JAKARTA, iNews.id – Melakukan transplantasi rambut untuk mengatasi kebotakan kini tengah menjadi tren. Hal itu bermula dari aksi Anang Hermansyah dan Atta Halilintar yang sengaja pergi ke Turki demi menumbuhkan rambut di area yang botak. Tak hanya Anang dan Atta, sebelumnya musisi Kevin Aprilio melakukan transplantasi brewok. 

Transplantasi rambut sebenarnya adalah tindakan estetik untuk membantu mereka yang sudah mengalami kerontokan atau penipisan dengan mengisi area yang botak. Transplantasi juga bisa dilakukan oleh siapa saja yang ingin menyempurnakan penampilan. 

Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik The Clinic Beautylosophy Cipete Danu Mahandaru, Sp.BP-RE, mengatakan rambut adalah mahkota pria dan perempuan yang bisa membangkitkan rasa percaya diri. Bagi perempuan, rambut adalah mahkota kecantikan dan bagi lelaki menjadi mahkota kejantanan. 

“Tak heran kalau para pria saat ini juga menginginkan rambut yang tebal. Sebab kebotakan bisa menimbulkan rasa minder dan merasa diri tak jantan di hadapan pasangan,” kata Dr Danu, dalam pengenalan robotik ARTAS untuk transplantasi rambut, Senin (6/6/2022). 

Lalu yang menjadi pertanyaan banyak orang, khusunya para pria apakah transplantasi rambut itu aman? Apakah rambut transplantasi juga bisa tumbuh alami seperti rambut biasanya? 

Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik The Clinic Beautylosophy Cipete dr Nilam Permatasari, SpBP-RE, menjelaskan 
rambut transplantasi nantinya bisa tumbuh alami seperti rambut normal. Bahkan rambut transplantasi juga bisa berubah jika sudah waktunya. 

"Rambut transplantasi itu diambil dari rambut bagian belakang yang punya kekuatan dan kualitas rambut yang baik. Rambut tersebut kemudian ditanam di area yang mau dibenahi. Jadi, rambut bisa tumbuh alami seperti rambut lainnya setelah 3-6 bulan," kata dr Nilam.

 

Dr Nilam pun menjelaskan alasan pemilihan rambut bagian belakang yang dipakai untuk transplantasi. Menurutnya, rambut di area belakang biasanya paling kuat dan punya kualitas terbaik. Makanya, jarang sekali pada kasus pria, kebotakan dimulai dari area belakang kepala. Kebotakan pada umumnya terjadi di area tengah kepala, samping, atau depan. 

Sementara untuk proses pengambilan rambut yang dipakai sebagai transplantasi pun dilakukan dengan robot, bukan konvensional. Karena melibatkan robot, pengambilan rambut bisa lebih spesifik hanya pada rambut yang sangat baik. 

Dr Nilam menjelaskan tentang transplantasi rambut dengan teknologi Artas. (foto: istimewa)

"Dipakainya robot transplantasi seperti robotik ARTAS memungkinkan donor rambut tidak terbuang sia-sia dan hasil yang didapat akan jauh lebih baik karena rambut yang dipakai yang kualitasnya paling oke," katanya. 

Selain itu, proses transplantasi rambut dengan robot tidak memerlukan waktu yang lama, durasi recovery lebih singkat, tanpa bekas luka, tidak ada bekas luka garis, hingga tampilan rambut yang terlihat sama dengan yang natural. 

"Tidak bisa dipungkiri, transplantasi rambut dengan robot itu lebih baik saat ini karena minim efek samping dengan hasil yang cukup menjanjikan. Paling lama proses pengerjaan 1-1,5 jam, bukan 3-4 jam lagi," kata dr Nilam.


Editor : Elvira Anna

BERITA TERKAIT