JAKARTA, iNews.id - Memasuki usia 40 tahun sering kali disebut sebagai usia emas. Di fase ini, seseorang biasanya sedang berada di puncak karier dan memiliki tanggung jawab besar terhadap keluarga. Sayangnya, secara biologis, usia 40 juga menjadi titik balik. Fungsi tubuh mulai mengalami penurunan, salah satunya pada sistem persendian.
Misalnya, merasa lutut berbunyi “krek” saat ditekuk, atau pinggang yang terasa kaku saat bangun tidur di pagi hari. Itu adalah gejala awal penurunan kesehatan sendi. Seiring bertambahnya usia, terjadi dua perubahan utama pada sendi:
- Penipisan Tulang Rawan: Bantalan pelindung di ujung tulang (tulang rawan) mulai menipis dan kehilangan elastisitasnya.
- Penurunan Cairan Sinovial: Produksi cairan alami yang berfungsi sebagai pelumas sendi berkurang.
Akibatnya, gesekan antartulang menjadi lebih sering terjadi dan dapat memicu rasa nyeri, kaku, hingga peradangan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi osteoartritis yang membatasi ruang gerak Anda.
Agar kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut, berikut adalah langkah preventif yang bisa Anda lakukan mulai sekarang:
Ganti olahraga berat dengan aktivitas yang ramah sendi seperti berenang, jalan santai, atau yoga. Ini membantu otot di sekitar sendi tetap kuat tanpa memberikan beban berlebih.