JAKARTA, iNews.id - Tuberkulosis mewabah di Malaysia dengan lonjakan lebih dari 2.500 kasus yang terdeteksi pada awal Februari 2026. Wilayah Johor menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus tertinggi dalam periode tersebut.
Lonjakan kasus ini membuat otoritas kesehatan setempat meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang musim liburan Imlek yang meningkatkan mobilitas masyarakat dan wisatawan. Para ahli kesehatan di Malaysia mengimbau penggunaan masker saat berada di tempat umum sebagai langkah pencegahan awal.
Selain itu, masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, atau penurunan berat badan dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Deteksi dini dinilai penting untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru dan sistem pernapasan, serta dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Penularan TB terjadi melalui udara ketika penderita TB aktif batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi. Droplet kecil yang mengandung bakteri dapat terhirup oleh orang lain, terutama dalam jarak dekat dan kontak yang berlangsung cukup lama.
Secara medis, terdapat dua kondisi tuberkulosis, yakni TB laten dan TB aktif. TB laten terjadi ketika seseorang terinfeksi bakteri, namun tidak menunjukkan gejala dan tidak menularkan penyakit karena bakteri berada dalam kondisi tidak aktif.