Waspada Suhu Panas Terik Bisa Menimbulkan Virus Baru, Ini Penjelasan Pakar 

Muhammad Sukardi
Ilustrasi suhu panas terik bisa menimbulkan virus baru di dunia. (Foto: dok MPI)

Di sisi lain, Dicky pun menjelaskan bahwa perubahan iklim akibat pemanasan global yang sekarang sedang dirasakan masyarakat dunia juga berdampak pada pergeseran karakter penyakit. Maksudnya, jika dulu penyakit demam berdarah atau malaria ditemukan di dataran rendah, kini penyakit yang disebabkan oleh vektor nyamuk tersebut bisa ditemukan di dataran tinggi. 

"Itu terjadi karena suhu di dataran tinggi sudah tidak sedingin dulu. Akibat pemanasan global suhu dataran tinggi sekarang lebih hangat dan ini memungkinkan nyamuk pembawa penyakit bisa hidup di sana. Padahal dulu nyamuk enggak bisa hidup di dataran tinggi," kata Dicky. 

Dicky mengambil contoh negara Nepal. Dulu, di negara itu jarang sekali ditemukan nyamuk, beda dengan negara-negara pesisir pantai yang banyak nyamuk. Tapi sekarang, penyakit demam berdarah atau malaria sudah ada di Nepal. 

“Ini contoh nyata bahwa pemanasan global berdampak juga pada keselamatan kesehatan manusia," ujarnya. 

Editor : Elvira Anna
Artikel Terkait
12 hari lalu

Menteri LH di PBB: Presiden Prabowo Lakukan Langkah Nyata Atasi Perubahan Iklim

23 hari lalu

KTT BRICS 2026, Prabowo Bicara Posisi Indonesia di Cincin Api dan Ancaman Perubahan Iklim

30 hari lalu

Dahsyat! Kerugian Rata-Rata akibat Bencana Alam Global Capai Rp8.000 Triliun Setiap Tahun

2 bulan lalu

Korban Tewas Banjir Jepang Jadi 9 Orang, Sebagian Terjebak di Mobil yang Tenggelam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal