Menjadi pertanyaan sekarang, apa yang akan terjadi jika virus Yamagata muncul dan manusia tidak memiliki kekebalan lewat vaksin?
Menurut Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI dr Sukamto, Sp.PD-KAI, terkait itu WHO terus memantau lewat sistem GISRS atau surveilans global yang aktif setiap hari.
"Kalau ada perubahan epidemiologi, rekomendasi vaksin bisa langsung direvisi. Sistemnya dinamis, tidak kaku," ungkap dr Sukamto.