Pada awalnya, penonton disuguhi proyeksi planet Bumi dengan hamparan benua dan samudra. Visual tersebut kemudian berubah menjadi permukaan Bulan yang dipenuhi tekstur kawah dan bayangan abu-abu keperakan.
Perubahan visual itu membuat Ye seolah-olah berdiri di atas permukaan Bulan. Perpaduan projection mapping, kabut, sorotan lampu, dan laser menghadirkan suasana teatrikal yang menjadi salah satu daya tarik konser.
Ye membuka konsernya di GBK dengan lagu "King", trek dari album BULLY (2026).
Penampilan tersebut langsung disambut sorakan penonton yang memenuhi stadion. Tanpa harus menunggu lama untuk mendengar salah satu lagu andalannya, penggemar langsung larut dalam suasana konser.
Setelah "King", Ye melanjutkan penampilan dengan "Father" dan "Father Stretch My Hands Pt. 1". Deretan lagu tersebut memperlihatkan perpaduan materi dari album terbarunya dengan karya yang telah lebih dahulu dikenal penggemar.
Konser Ye di Jakarta juga memanjakan penggemar lewat deretan lagu dari berbagai periode kariernya.