Menurut Syaharani, perubahan kategorisasi dilakukan karena perkembangan musik Indonesia semakin dinamis. Ketika semakin banyak karya dengan karakter yang berdekatan bermunculan, tim kategorisasi perlu melihat kembali ruang yang tepat untuk memberikan apresiasi.
"Musik itu mengalami berbagai macam dinamika. Kemudian timbul alternatif. Kemudian timbul lagi yang sekarang teman-teman mengklasifikasikan karena ada beberapa yang sama dan makin banyak yang sama," kata Syaharani.
Dia menjelaskan, proses menentukan sebuah karya masuk ke kategori tertentu tidak hanya berdasarkan tren. Tim kategorisasi juga melihat karakter musik, pola notasi hingga pola feel yang digunakan dalam sebuah karya.
Salah satu kategori yang mencuri perhatian adalah Karya Produksi HipDut Terbaik. Kehadiran kategori ini menjadi penanda bahwa perkembangan hipdut mulai mendapatkan ruang dalam penghargaan musik nasional.
Namun, Syaharani menegaskan bahwa hadirnya kategori tersebut tidak berarti hipdut sudah ditetapkan sebagai genre baru.