Keikutsertaanya dia ajang The Voice Indonesia adalah untuk membahagiakan Mamaknya. Dia ingin membalas budi kepada ibunya yang selama ini telah merawatanya seorang diri. 2 tahun belakangan ini Sang Mamak dan Sang Kakak mulai merintis usaha, namun bangkrut karena ditipu orang yang akhirnya sampai sekarang Sang Mamak harus menanggung beban hutang yang lumayan banyak.
Itu sangat membuat Ope merasa sedih dan terpuruk beberapa waktu lalu. Karena tidak tega melihat Sang Mamak harus menghadapi semuanya sendiri, namun Ope bersyukur dengan adanya kondisi ini dirinya menjadi sadar dan tahu tugas sebagai seorang anak laki-laki yang harus bertanggung jawab atas oang tuanya.
Peristiwa tragis mengubah hidup keluarga Ope. Dari kelas 6 SD Ayahnya telah lebih dulu dipanggil Allah SWT, Ayahnya meninggal dunia karena kecelakaan dan pada saat kejadian itu Ope pun berada di dalam mobil tersebut bersama keluarga yang lain. Hal ini membuat Ope trauma dan hingga sekarang belum bisa mengendarai mobil.
Ope memiliki impian besar yang ingin sekali diwujudkannya sejak kecil. Dia berharap bisa berkontribusi di belantika musik Indonesia dan memperdengarkan karya ciptaannya kepada semua orang. Dengan bergabung di tim Coach Armand yang memiliki pengalaman banyak, tentunya sebuah jalan untuk menuju impian telah terbuka.