Menanggapi hal itu, Dewi memastikan pihak penyelenggara telah memikirkan berbagai solusi untuk memudahkan mobilitas penonton menuju venue. Salah satunya dengan menyiapkan layanan shuttle yang bekerja sama dengan sejumlah pihak.
"Ini semua udah kita pikirin, bukan tidak dipikirin. Kita udah kerja sama dengan beberapa pihak untuk mengadakan shuttle walaupun limited tapi ada. Kita udah kerja sama juga dengan TransJakarta yang akan menyediakan," kata Dewi.
Selain itu, penyelenggara juga berupaya mengintegrasikan akses transportasi dengan moda lain seperti Commuter Line. Hal ini diharapkan dapat membantu penonton yang datang dari berbagai wilayah di sekitar Jakarta.
"Kita juga sebenarnya sudah tahu bahwa ada Commuter Line yang bisa sampai ke airport, lalu kita sekarang lagi approach lagi pihak ketiga lagi untuk shuttle teman-teman dari Commuter Line yang di airport untuk bisa ke venue," ucap Dewi.
Diketahui, Java Jazz Festival (JJF) telah mengalami perpindahan lokasi untuk menampung skala acara yang terus membesar. Dimulai dari Jakarta Convention Center (JCC) (2005-2009), lalu pindah ke JIExpo Kemayoran (2010-2025), dan mulai tahun 2026, Java Jazz resmi pindah ke lokasi baru, yaitu NICE (Nusantara International Convention and Exhibition) di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), Tangerang